Home about IT Motivation Course Sales Project About Me

Monday, January 26, 2009

tcpdf: Cell stretching

below for stretching text in to cell

// test Cell stretching
$pdf->Cell(0, 10, "TEST CELL STRETCH: no stretch", 1, 1, 'C', 0, '', 0);
$pdf->Cell(0, 10, "TEST CELL STRETCH: scaling", 1, 1, 'C', 0, '', 1);
$pdf->Cell(0, 10, "TEST CELL STRETCH: force scaling", 1, 1, 'C', 0, '', 2);
$pdf->Cell(0, 10, "TEST CELL STRETCH: spacing", 1, 1, 'C', 0, '', 3);
$pdf->Cell(0, 10, "TEST CELL STRETCH: force spacing", 1, 1, 'C', 0, '', 4);

and the detail format:
method Cell [line 3093]
void Cell( float $w, [float $h = 0], [string $txt = ''], [mixed $border = 0], [int $ln = 0], [string $align = ''], [int $fill = 0], [mixed $link = ''], [int $stretch = 0])

Prints a cell (rectangular area) with optional borders, background color and character string. The upper-left corner of the cell corresponds to the current position. The text can be aligned or centered. After the call, the current position moves to the right or to the next line. It is possible to put a link on the text.
If automatic page breaking is enabled and the cell goes beyond the limit, a page break is done before outputting.



Tags:
see: TCPDF::SetFont(), TCPDF::SetDrawColor(), TCPDF::SetFillColor(), TCPDF::SetTextColor(), TCPDF::SetLineWidth(), TCPDF::AddLink(), TCPDF::Ln(), TCPDF::MultiCell(), TCPDF::Write(), TCPDF::SetAutoPageBreak()
since: 1.0
access: public


Parameters:
float $w Cell width. If 0, the cell extends up to the right margin.
float $h Cell height. Default value: 0.
string $txt String to print. Default value: empty string.
mixed $border Indicates if borders must be drawn around the cell. The value can be either a number:

* 0: no border (default)
* 1: frame

or a string containing some or all of the following characters (in any order):

* L: left
* T: top
* R: right
* B: bottom

int $ln Indicates where the current position should go after the call. Possible values are:

* 0: to the right (or left for RTL languages)
* 1: to the beginning of the next line
* 2: below

string $align Allows to center or align the text. Possible values are:

* L or empty string: left align (default value)
* C: center
* R: right align
* J: justify

int $fill Indicates if the cell background must be painted (1) or transparent (0). Default value: 0.
mixed $link URL or identifier returned by AddLink().
int $stretch stretch carachter mode:

* 0 = disabled
* 1 = horizontal scaling only if necessary
* 2 = forced horizontal scaling
* 3 = character spacing only if necessary
* 4 = forced character spacing

TCPDF: convert format date

for library tcpdf: below example to changes format date yyyy-mm-dd to dd-mm-yyyy:

example_014.php:
//Date of the day (determined and formatted by JS)
$pdf->Write(5, 'Date: ');
$pdf->TextField('date', 30, 5);
$pdf->IncludeJS("getField('date').value=util.printd('dd/mm/yyyy',new Date());\n");
$pdf->Ln();
$pdf->Write(5, 'Signature:');
$pdf->Ln(3);


example date from database:
$time =explode("-","$data1[date_sspcp]");
krsort($time);
$ts = implode("-",$time);
//$pdf->Text(10, 10, $ts);
$pdf->Cell(320, 117, $ts, 0, 1, 'C', 0, '', 0);

Fatal error: Allowed memory size of 8388608 bytes exhausted

showing error message when use FPDF library to create report php-pdf: "Fatal error: Allowed memory size of 8388608 bytes exhausted (tried to allocate 6291456 bytes) in C:\AppServ\www\tcpdf13\unicode_data.php on line 16486"

here's the solution: search php.ini file then changes memory_limit = 8M to be 12M. stop the Apache services then start again.

Thursday, January 22, 2009

Business Intelligence Conference 2009

akhirnya bisa juga join ke Business Intelligence Conference 2009 -nya Microsoft Indonesia di hotel sangri la. meski pake ambil cuti 1 hari di kantor. Paling tidak nambah wawasan, biar kaga' katak dalam tempurung. Masak IT kok kerjanya angkat - pasang projector dan screen-nya. Apa kata dunia ? sedih deh kalo ayah-bunda tahu pekerjaan harianku. office boy gitu loh.

mengapa BI ?

Now more than ever before, you need to get the right information to the right people faster. Microsoft Business Intelligence (BI) solutions can help everyone in your organization quickly access the timely, relevant, and accurate information that drives better decision making and impacts your bottom line.


Why Microsoft BI?

menurut mereka: Because Microsoft business intelligence solutions are delivered in environments that you already work in today—Microsoft Office Excel, Office Outlook, and Office SharePoint Server 2007—there’s no need for week-long training courses or complicated books and manuals. And the products are integrated and interoperable from top to bottom, so you don’t need to get used to different user interfaces for all the different product versions in production. You’ll require less support time from IT and less training time for everyone to get started using the tools.

Microsoft Business Intelligence (BI) solutions can help you improve business performance by driving better decision making. Powered by Microsoft SQL Server and delivered through the familiar Microsoft 2007 Office system front-end, Microsoft business intelligence solutions work together to provide value to users of all types across your organization.

Basically solusi BI M$ bisa dibagi jadi 3 bagian:
1. Analytic
2. Monitoring
3. Planning & Budgeting

1. Analytic
Dalam solusi BI Analytic data dikonsolidasikan dari OLTP ke data warehouse dengan menggunakan ETL tool (SSIS kalo di SQL Server). Kemudian data yang ada di data warehouse diubah menjadi struktur yang memungkinkan user untuk melakukan analisa dengan mudah, struktur ini disebut OLAP cube (tool SSAS kalo di SQL Server).
Setelah data di-proses di OLAP data bisa disajikan ke user menggunakan beberapa BI front end tools (kalo di M$ PerformancePoint Server, Excel, dan SSRS). Dengan menggunakan user tools tersebut, user bisa melakukan analisa multi dimensi dan menghasilkan informasi dan trend dari data yang ada di OLAP cube.

2. Monitoring
Proses awal kira2 sama dengan Analytic, tapi fungsi utamanya lebih untuk kebutuhan monitoring of para bos2 di perusahaan. Pada saat monitoring informasi yang ditampilkan sedikit berbeda dengan Analytic. Kalo di Monitoring lebih banyak menampilkan KPI (Key Performance Indicator), dan biasanya dikaitkan dengan Strategic Map perusahaan tersebut. Jika pada saat monitoring terdapat anomali atau masalah, analisa dilakukan menggunana BI Analytic. Seringkali implementasi BI monitoring ditampilkan di MOSS.


3. Planning & Budgeting.
Setelah proses monitoring & analytic berjalan dengan baik, sesuai dengan cycle business yang ada selanjutnya akan diteruskan ke proses Planning & Budgeting. Dengan adanya tools untuk monitoring & analytic, para bos bisa mengubah plan mereka jika terjadi permasalahan. Since plan bisa dibuat di cabang juga, biasanya perusahaan plan ini juga harus di konsolidasikan ke HQ. Proses konsolidasi ini yang biasanya suffer.






Senin, 18 Agustus 2008 17:41 Jajang Adi Dharma

Duaberita - Saat ini trend dari suatu enterprise yang sering kita dengar adalah Datawarehouse dan Business Intelligent (BI). Telah banyak artikel - artikel yang beredar mengenai Datawarehouse maupun BI (Business Intelligent). Untuk itu dalam tulisan ini saya akan coba memaparkan sedikit mengenai apa itu Datawarehouse dalam kaitannya dengan BI.

Dalam setiap pengembangan suatu sistem/software aplikasi pastilah tidak lepas dari suatu database. Umumnya suatu data-data dari aplikasi tersebut disimpan dalam database tersebut bersifat transaksional atau yang kita kenal dengan istilah OLTP (online transactional procesing). Seiring dengan berjalan nya waktu, database tersebut akan terus bertambah, bertambah, bertambah, dan terus bertambah, sehinnga kinerja dari database OLTP tersebut tidak bisa optimal lagi. Di lain pihak dari sisi top management memerlukan data - data yang sudah menumpuk tersebut untuk kebutuhan analisa yang pada akhirnya akan di buat suatu keptusan strategis.

Untuk itu diperlukan suatu tempat atau database yang lain dengan tujuan analisa, yang dalam hal ini sifatnya adalah OLAP (online analytical procesing). Hal tersebutlah yang di sebut Datawarehouse . Jadi secara sederhana datawarehouse merupakan proses perpindahan database dari yang sifatnya OLTP menjadi OLAP.

Nah proses perpidahan dari OLTP menjadi OLAP ini adalah apa yang di sebut dengan proses ETL (extracting, trnsforming, dan loading). Salah satu contoh tools dari ETL ini adalah OWB (oracle warehouse builder). Setelah semua proses ETL telah selesai dan data t elah matang dan siap, maka diperluakan suatu report yang akan digunakan oleh end user untuk digunakan sebagai analisa. Inilah yang disebut dengen BI . Salah satu tools dari BI tersebut yang merupakan product oracle adalah BIEE (Business Intelligent Enterprise Edition).

http://www.duaberita.com/main/artikel-dua/dua-technology/32-sekelumit-datawarehouse-dan-business-intelligent-bi.html

Sunday, January 18, 2009

Windows XP SP3 does not recognize USB Mass Storage

only detect Kingstones 128mb flash USB can be detected, other USB undetected. already install all usb driver and chipset driver also. Previously the PC set prohibited use USB flash disk and alredy formated the windows from win2K to windows XP, but the problem still happen. As my friend advise, please follow below steps: http://forums.windrivers.com/showthread.php?t=62208&page=7.

1. Delete following file: windows\inf\infcache.1

2. Go to windows\inf folder and see if you have read/write permissions for following files: usbstor.inf, usbstor.pnf. If not, open security settings for above files and add your username for read/write access.

3. Open registry editor and:
Delete following keys: HKLM\System\CurrentControlSet\Enum\USB\

Add following key: HKLM\Local_Machine\CurrentControlSet\Services\Usb
Add a new DWoRD Value and name it "DisableSelectiveSuspend". Give it value 1

4. Make sure you have USBSTOR.SYS file in your windows\system32\drivers folder (It wasn't there in my case). Just Google using Usbstor.sys and you will find the file to download. Save it at above location.

After doing above steps, restart your PC. Now Windows should recognize your mass storage and should do an autoplay.

5. Some posts also mention that turning off the system and pulling out mains power supply and batteries for 30 mins is also helpful to resolve above problem.

PC cannot browse to LAN, but ping to network is ok

if your PC cannot browse to LAN and access to other PC or cannot accessed from other PC but ping to other is reply. Please check LAN connection properties: make sure that "client for Microsoft Networks" show and checked.

Ms. Outlook: showing error message ".....Symantec 'vpmsece3.dll' add-in causing outlook 2007 error message when mail opened

please go to current profile then search file: extend.dat. usually on the C:\Documents and Settings\your profile\Local Settings\Application Data\Microsoft\Outlook. Delete that file and restart the PC.

http://www.experts-exchange.com/Virus_and_Spyware/Anti-Virus/Desktop_Anti-Virus/Q_22720070.html

Sunday, January 11, 2009

Sistem Transaksi Barang Sederhana

disarikan dari : http://chandrajatnika.com/2008/07/sistem-transaksi-barang-sederhana/#more-27, dengan sedikit perubahan, karena script aslinya muncul error jika dijalanin.
berikut untuk script buat tabel barang.
CREATE TABLE `barang` (
`id_barang` CHAR(5) NOT NULL,
`nama_barang` VARCHAR(40) NOT NULL,
`jumlah` INT(5) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_barang`)
);

berikut kelas barangnya dan beri nama barang.class.php

<?
class Barang{

var $table = 'barang';

function Barang(){
mysql_connect('localhost','root','');
mysql_select_db('test');
}

function insert($data){
$fields = array();
$values = array();

foreach($data as $key=>$value){
$fields[] = $key;
$values[] = "'".$value."'";
}

$sql = "INSERT INTO ".$this->table."(".implode(',',$fields).") VALUES(".implode(',',$values).")";
$result = mysql_query($sql) or die(mysql_error());
return $result;
}

function get(){
$sql = mysql_query('SELECT * FROM '.$this->table) or die(mysql_error());
$data = array();
if(!$sql || @mysql_num_rows($sql) == 0){
return NULL;
}else{
while($row = mysql_fetch_object($sql)){
$data[] = $row;
}
return $data;
}
}
}
?>


berikut sessionnya dan beri nama session.class.php


<?
@session_start(); // klo session mesti diawali dengan fungsi di ini

class StoreSession{
var $name = 'barang';
var $error = '';

function StoreSession(){
if(!isset($_SESSION[$this->name])){
$_SESSION[$this->name] = array();
}
}

function add($id,$nama,$jumlah){
if(!array_key_exists($id,$_SESSION[$this->name])){
$_SESSION[$this->name][$id] = array('nama'=>$nama,'jumlah'=>$jumlah);
}else $_SESSION[$this->name][$id]['jumlah'] += $jumlah;
}

function get(){
return $_SESSION[$this->name];
}

function delete($id=false){
if($id) unset($_SESSION[$this->name][$id]);
else unset($_SESSION[$this->name]);
}

function isNull(){
if(!isset($_SESSION[$this->name])) return true;
else return empty($_SESSION[$this->name]);
}
}
?>

berikut beri nama index.php

<?
require('session.class.php');

$sess = new StoreSession();

if(isset($_GET['delete'])){
$sess->delete($_GET['delete']);
header('Location: ./');
}

if(isset($_GET['save'])){
require('barang.class.php');
$barang = new Barang();
$barang->truncate();
foreach($sess->get() as $key=>$value){
$post = array(
'id_barang' => $key,
'nama_barang' => $value['nama'],
'jumlah' => $value['jumlah']
);
$barang->insert($post);
}
header('Location: result.php');
}


if(isset($_POST['submit'])){
$sess->add($_POST['id_barang'],$_POST['nama_barang'],$_POST['jumlah']);
}
?>
<html>
<head>
<title>Data Transaction</title>
</head>
<body>
<form id="form1" name="form1" method="post" action="">
Kode Barang :
<input name="id_barang" type="text" id="id_barang" size="5" maxlength="5" />
<br />
Nama Barang :
<input name="nama_barang" type="text" id="nama_barang" size="30" />
<br />
Jumlah :
<input name="jumlah" type="text" id="jumlah" size="4" maxlength="5" />
<br />
<input name="submit" type="submit" id="submit" value="Submit" />
<input type="reset" name="Submit2" value="Reset" />
</form>

<br />
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="83%">
<tr>
<th width="13%" scope="col">ID Barang </th>
<th width="54%" scope="col">Nama Barang </th>
<th width="12%" scope="col">Jumlah</th>
<th width="21%" scope="col">Hapus</th>
</tr>
<? foreach($sess->get() as $key=>$value): ?>
<tr>
<td align="center"><?=$key?></td>
<td><?=$value['nama']?></td>
<td align="center"><?=$value['jumlah']?></td>
<td align="center"><a href="?delete=<?=$key?>">Hapus</a></td>
</tr>
<? endforeach; ?>
</table>
<? if(!$sess->isNull()): ?>
<center><input type="button" value="Save" onClick="document.location='?save=1'" /></center>
<? endif; ?>
</body>
</html>

dan berinama berikut result.php

<html>
<head>
<title>Data Result</title>
</head>
<body>
<?
require('barang.class.php');
$barang = new Barang();
?>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="83%">
<tr>
<th width="18%" scope="col">ID Barang </th>
<th width="63%" scope="col">Nama Barang </th>
<th width="19%" scope="col">Jumlah</th>
</tr>
<? foreach($barang->get() as $row): ?>
<tr>
<td align="center"><?=$row->id_barang?></td>
<td><?=$row->nama_barang?></td>
<td align="center"><?=$row->jumlah?></td>
</tr>
<? endforeach; ?>
</table>
</body>
</html>

Saturday, January 03, 2009

bikin slide show pake flicker

pertama register dulu di flicker (http://www.flickr.com/) jika belom punya account. Lalu perhatikan rss nya, contoh : http://www.flickr.com/photos/11364950@N05/ . Nah code 11364950@N05 adalah usernya.
Selanjutnya login ke blogspot lalu pilih layout lalu add gadget dan pilih slideshow dan pilih flicker dan select user then input accout dari flicker tadi (11364950@N05) lalu tunggu sampai tampil gambarnya.

tapi sepertinya hanya tampil halaman 1 saja, halaman 2 tidak tampil. Ada solusi ?

Friday, January 02, 2009

bikin input barcode 128

ada 2 file php yang diperlukan:
(1) copy script berikut dan beri nama index.php:

<?
if($_GET['bar']){
include 'bar128.php';
echo bar128(stripslashes($_GET['bar']));
//fungsi stripslashes buat menghilankan tanda \
}
?>
<title>Percobaan Barcode128</title>
<body>
<form name='form' action='<?=$_SERVER['PHP_SELF']?>'>
Bar Code : <input type='text' name='bar' value='<?=$_GET['bar']?>'>&nbsp;
<input type='submit' value='Buat Kode'>
</form>
</body>

(2) Copy dan paste scrip berikut dan beri nama bar128.php

<? /* version 1.1
Code By Andrew Jackson
Adapted From Dan Billeci
dabilleci@hotmail.com

USAGE:
echo bar128( "MyBarCode123" [,Height In Pixels] ); /// PRINTS HTML IMG TABLE OF THE CODE
Info From: http://www.barcode-1.net/pub/russadam/128code.html

*///Define Constants: height is a constant in div.b128 as height of bars
?>
<style>
div.b128{
border-left: 1px black solid;
height: 60px;
}
</style>

<?
global $char128asc,$char128charWidth;
$char128asc=' !"#$%&\'()*+,-./0123456789:;<=>?@ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ[\]^_`abcdefghijklmnopqrstuvwxyz{|}~';
$char128wid = array(
'212222','222122','222221','121223','121322','131222','122213','122312','132212','221213', // 0-9
'221312','231212','112232','122132','122231','113222','123122','123221','223211','221132', // 10-19
'221231','213212','223112','312131','311222','321122','321221','312212','322112','322211', // 20-29
'212123','212321','232121','111323','131123','131321','112313','132113','132311','211313', // 30-39
'231113','231311','112133','112331','132131','113123','113321','133121','313121','211331', // 40-49
'231131','213113','213311','213131','311123','311321','331121','312113','312311','332111', // 50-59
'314111','221411','431111','111224','111422','121124','121421','141122','141221','112214', // 60-69
'112412','122114','122411','142112','142211','241211','221114','413111','241112','134111', // 70-79
'111242','121142','121241','114212','124112','124211','411212','421112','421211','212141', // 80-89
'214121','412121','111143','111341','131141','114113','114311','411113','411311','113141', // 90-99
'114131','311141','411131','211412','211214','211232','23311120' ); // 100-106

////Define Function
function bar128($text) { // Part 1, make list of widths
global $char128asc,$char128wid;
$w = $char128wid[$sum = 104]; // START symbol
$onChar=1;
for($x=0;$x<strlen($text);$x++) // GO THRU TEXT GET LETTERS
if (!( ($pos = strpos($char128asc,$text[$x])) === false )){ // SKIP NOT FOUND CHARS
$w.= $char128wid[$pos];
$sum += $onChar++ * $pos;
}
$w.= $char128wid[ $sum % 103 ].$char128wid[106]; //Check Code, then END
//Part 2, Write rows
$html="<table cellpadding=0 cellspacing=0><tr>";
for($x=0;$x<strlen($w);$x+=2) // code 128 widths: black border, then white space
$html .= "<td><div class=\"b128\" style=\"border-left-width:{$w[$x]};width:{$w[$x+1]}\"></div>";
return "$html<tr><td colspan=".strlen($w)." align=center><font family=arial size=2><b>$text</table>";
}

Thursday, January 01, 2009

bikin: I 'm online di blog

berikut untuk scriptnya, untuk bikin online di blog kita. Nilai dari t bisa diganti ganti sehingga tampilan iconnya juga berbeda

<a href="ymsgr:sendim?y4y4ne"><div align="center"><img border="0" src="http://opi.yahoo.com/online?u=y4y4ne&m=g&t=2" align="center"/></div></a>

Tuesday, December 30, 2008

Jangan Berkata “Tidak”

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam,apakah kamu sangup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?
Ha? kata jam terperanjat,Mana sanggup saya?
Bagaimana kalau 86.400 kali sehari?
86.400 kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini? jawab jam penuh keraguan.
Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam ?
Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali?
Banyak sekali itu. tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?
Naaa, kalau begitu , aku sangup! kata jam dengan penuh antusias.
Maka.selesai dibuat, jam tersebut berdetak satu kali dalam satu detik.Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sunggu luar biasa karena ternyata dalam satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti dia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya , kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata “tidak” sebelum Anda mencobanya.Disadur dari temen yang katanya dapat dari Buletin Karyawan bulanan CNI.

Monday, December 29, 2008

YM dengan banyak account

cari cari di internet, akhirnya dapet cara sett YM dengan banyak account. Yaitu dengan modify registrinya dengan script berikut:

REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\yahoo\pager\Test]
"Plural"=dword:00000001

copy script diatas ke notepad lalu simpan dengan nama ym8multi.reg. Lalu double clik deh filenya.

untuk uninstall nya pake script ini:

REGEDIT4

[HKEY_CURRENT_USER\Software\yahoo\pager\Test]
"Plural"=dword:00000000

dan beri nama ym8multi_unist.reg

http://tech-buzz.net/2006/07/10/how-to-run-multiple-instances-of-yahoo-messenger-8/#more-584

Kungfu panda: just need to believe

Oogway: You are too concerned about what was and what will be. There is a saying: yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present.

Great Power Comes Great Responsibility

Whatever life holds in store for me, I will never forget these words: "With great power comes great responsibility." This is my gift, my curse. Who am I? I'm Spider-man. Begitu yang diucapkan peter parker sebagai Spiderman di film itu. Yang maksudnya (kalo' ga' salah ) : Kekuasaan, kekuatan, kekayaan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang harus diemban. Sebuah filosofi yang idealnya harus dimiliki oleh orang-orang yang diberkahi dan diberi nikmat kelebihan dibanding orang-orang disekitarnya. termasuk kita semua. Bukan siapa yang kuat dia yang berkuasa.

Sunday, December 28, 2008

PHP-Ms. Access: DNS less connection

kalo pingin connection file database Access dengan PHP tanpa harus set di ODBC control panel; pakai cara ini:
include('adodb.inc.php');
$conn= &ADONewConnection("ado_access");
$access = $DOCUMENT_ROOT.'/sms/UsbModem.mdb';

$myDSN = 'PROVIDER=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;'
. 'DATA SOURCE=' . $access . ';';
//. 'USER ID=;PASSWORD=;';
@$conn->PConnect($myDSN, "", "", "");

kalo ada file mdbnya ada passwordnya pake cara diatas kok error terus ya ? Pake cara ini jalan.
include('adodb.inc.php');
ADOLoadCode("ado_access");
$db = &ADONewConnection("ado_access");

$myDSN="Driver={Microsoft Access Driver (*.mdb)};Dbq=C:\AppServ\www\sms\UsbModem.dat;Uid=Admin;Pwd=LongCheer;";
$db->Connect($myDSN);
$rs = $db->Execute("select * from sms");


maunya bikin sms gateway tapi baru belajar connection aja udah problem.

Friday, December 26, 2008

Pelaut yang Ulung Hanya Terlahir dari Laut yang Penuh Badai

Pelaut yang Ulung
tidak akan lahir di laut yang tenang

Tidak Ada Pelaut Ulung yang Dilahirkan Dari Samudera yang Tenang. Tapi ia Dilahirkan dari Samudera yang Penuh Terpaan Badai, Gelombang dan Topan

Sama halnya jika bisnis anda dilanda hambatan, maka itulah sebenarnya yang membuat anda selangkah demi selangkah lebih maju dan dapat berkembang dengan sempurna. Sebagai salah satu contoh, banyaknya pesaing/ kompetitor yang bermunculan, justru akan membuat kita sebagai pebisnis menjadi lebih kreatif dalam memasarkan produk kita, lebih giat dalam menggaet pelanggan, lebih baik dalam hal pelayanan dan meningkatkan kualitas produk kita.

Bayangkan jika tidak ada kompetitor, tentu kita akan santai-santai saja dalam berdagang, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, tidak perlu khawatir pelanggan akan lari ke toko sebelah. Hal ini justru salah satu faktor yang membuat kita terus saja berjalan di tempat, tanpa pernah berpikir untuk memenangkan persaingan.

Pelaut yang Ulung Hanya Terlahir dari Laut yang Penuh Badai

No pain no gain

No pain no gain

Ada dua pohon. Yang satu tumbuh di pinggir sungai yang airnya mengalir tenang. Yang satu lagi tumbuh lebih ke tengah daratan. Yang tumbuh di pinggir sungai itu berdaun lebih lebat dan cepat berbuah, karena tanah di sekitarnya selalu basah dan gembur, menyediakan segala jenis makanan yang dibutuhkannya. Sementara pohon yang berdiri tegak lebih ke tengah daratan tumbuh dengan lebih lambat. Keadaan ternyata tidak selamanya begitu. Suatu ketika, tiba-tiba datang badai dan banjir bandang. Seluruh tanaman di tepi sungai tersapu air bah yang mengalir deras. Hampir semua tumbuhan habis ‘terbabat’ --- termasuk pohon yang di pinggir tepi sungai tadi Satu-satunya pohon yang masih berdiri tegak adalah pohon yang lebih ke tengah daratan dan jauh dari sungai itu. Ketika tanah di bawah pohon itu terkuak tersibak badai , tampaklah akar pohon itu tertancap dalam dan lebar. Akar itu kelihatan besar.

Ketika keadaan masih ‘tenteram’, pohon yang ada di daratan tadi sulit mendapatkan sumber-sumber makanan yang butuhkan karena tanahnya keras dan kering dan posisinya yang jauh dari air sungai. Untuk terus hidup, ia berusaha keras menjulurkan akarnya, menembus kerasnya tanah, untuk mencapai sungai agar mendapatkan air dan sumber makanan. Akibatnya, akar pohon itu menjadi panjang, dalam, dan besar. Ketika badai datang menyapu apa saja yang ada di permukaan tanah, akarpun menjadi pencengkeram dan penahan pohon itu agar tidak ikut tercerabut.

Ade Rai, binaragawan andalan Indonesia yang menghasilkan berbagai prestasi dan penghargaan untuk Indonesia -- menurut teman saya Anto Aprilianto yang satu almamater dengan Ade Rai -- ‘body’nya dulu tidak sebesar sekarang.

Saya jadi ingat dalam sebuah buku, bahwa kalau kita latihan beban, misalnya push-up atau mengangkat barbel, maka yang berguna dan yang dicari adalah hitungan saat dimana otot merasa sakit. Pada saat itu, ada serabut otot yang pecah. Setelah itu, dalam dua-tiga hari, akan ada serabut baru yang lebih kuat yang akan menggantikan otot tadi. Begitu seterusnya, hingga lama-lama otot kita akan menjadi keras dan besar. Jadi Ade Rai tidak ‘ujug-ujug’ punya badan besar dan kekar.

Kita tidak cuma punya otot fisik. Kita juga punya otot psikologis. Otot psikologis terdiri dari otot mental, otot emosional, dan otot spiritual. Semuanya punya prinsip yang sama. Kalau ingin otot-otot itu menjadi kuat dan besar, maka kita harus mengolahnya sampai merasa sakit. Itulah saat yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan otot-otot kita.

Masalah memang menyakitkan. Tapi masalah justru anugerah. Karena kita diberi kesempatan untuk memperbesar otot-otot kita sendiri. Apalagi Allah tidak akan memberikan beban yang tidak bisa dipikul manusia. Membaca, menulis, belajar dan mengajar, mengembangkan cita-cita dan rencana, memperkuat otot mental. Menolong, memaafkan, senyum, menyayangi, mengunjungi, melayat, menjaga integritas, memperkuat otot emosional dan sosial. Tafakkur, menikmati alam, memikirkan tanda-tanda kebesaranNya, introspeksi, sholat, puasa, dzikir, memperkuat otot spiritual.

Tak ada jalan pintas. Tak ada akar yang dalam dan besar tanpa tanah yang keras dan jauh dari sumber air. Tak ada Ade Rai sang juara binaraga tanpa latihan beban dengan disiplin selama bertahun-tahun. Semuanya diperoleh dengan rasa sakit …
dikutip dari


kalo katanya salah satu penjual mesin absen di websitenya:

elaut yang ulung tidak akan lahir di laut yang tenang, (Orang-orang yang hebat tidak akan lahir dari orang yang tidak pernah mendapat ujian dan tempaan hidup). mahal amat sih mesin absensmu mu

Call to undefined function mssql_connect()

libur dari tgl 25 des s/d 29 des 2008. dirumah aja oi. Pening... habis install Apache-Mysql-PHP tapi ada program aset management system kaga' jalan. berikut errornya: Call to undefined function mssql_connect() ... padahal php_mssql.dll sudah unremark di php.ini, sudah restart apache juga. akhirnya bandingin phpinfo dari notebook lama sama yang sekarang. beda ternyata: mssql setting kaga' tampil. Please make sure berikut benar:
- php_mssql.dll sudah unremark di php.ini
- php_mssql.dll file sudah ada di extension_dir = "C:/AppServ\php5\ext"
- copy file ntwdblib.dll dari C:/AppServ\php5\ ke c:\windwos\system
- restart apachenya
- coba lagi phpinfo nya

pakai regsrv32.exe, kaga' ngaruh deh. file lainnya juga sepeti itu perlakuannya

setelah restart apachenya lalu lihat apa yg terjadi di phpinfo nya. Kayak kata katanya mario teguh si salam super. Suksesss, tidur lagiiiii. libur masih lama. Salam super.

Sunday, April 20, 2008

kelinci

Rating Artikel :
Oleh : Andrie Wongso
Audio/Video :



Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya.

Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul di tepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin mereka ngobrol, semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka.

Alangkah malangnya lahir menjadi seekor kelinci. Mau lebih kuat tidak punya tenaga, ingin terbang ke langit biru tidak punya sayap, setiap hari ketakutan melulu. Mau tidur nyenyak pun sulit karena terganggu oleh telinga panjang yang tajam pendengarannya sehingga matanya yang berwarna merah pun semakin lama semakin merah saja.

Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. Dari pada hidup menderita ketakutan terus, mereka berpikir lebih baik mati saja. Akhirnya mereka mengambil keputusan beramai-ramai hendak bunuh diri dengan melompat dari tepian tebing yang tinggi dan curam. Maka para kelinci terlihat berbondong-bondong menuju ke arah tebing.

Saat mereka melewati pinggir sungai, ada seekor katak yang terkejut melihat kedatangan kelinci yang berjumlah banyak. Tergesa-gesa si katak ketakutan dan segera meloncat ke sungai melarikan diri.

Walaupun si kelinci sering menjumpai katak yang melompat ketakutan saat melihat kelinci melintas, tetapi sebelum ini mereka tidak peduli. Berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba ada seekor kelinci yang tersadar dari kesedihannya dan langsung berteriak, "Hei, berhenti! Kita tidak usah ketakutan sampai perlu harus bunuh diri.

Karena lihat lah, ternyata ada hewan lain yang lebih tidak bernyali dibandingkan kita yakni si katak yang terbirit-birit saat melihat kita! Mendengar kata-kata itu, kelinci yang lain tiba-tiba pikiran dan hatinya terbuka, seoleh-oleh tumbuh tunas keberanian di hati mereka. Maka dengan riang gembira mereka mulai saling membesarkan diri masing-masing, "iya, kita tidak perlu ketakutan!". "Tuh kan, ada mahluk lain yang lebih pengecut dari kita", "Iya, kita harus semakin berani". Perlahan-lahan mereka berbalik arah kembali kearah pulang dengan riang gembira dan melupakan niatnya untuk bunuh diri.


Pembaca yang budiman,

Saat keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita, Jangan suka meratapi nasib yang dirundung malang seakan-akan hanya kitalah mahluk paling menderita di muka bumi ini. Lihatlah disekeliling kita. Masih begitu banyak orang yang lebih susah, sengsara dan sial dibandingkan kita. Jika mereka yang hidup dalam kekurangan tetapi mampu menjalaninya dengan tegar dan tetap berjuang, kenapa kita tidak?

Apapun keadaan kehidupan kita hari, seharusnya kita jalani dengan optimis dan aktif, nasib tidak akan dapat kita robah tanpa manusia itu sendiri yang siap merobahnya, Karena sesungguhnya ‘sukses adalah hak setiap orang' success is my right, bagi siapa saja yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh.

Salam sukses luar biasa!!!

Andrie Wongso

pemancing cilik

Rating Artikel :
Oleh : Andrie Wongso

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.

"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.

"Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?"

"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.

"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."


Pembaca yang budiman,

Sama seperti dalam kehidupan ini, sebenarnya untuk meraih kesuksesan kita tidak membutuhkan teori-teori yang rumit, semua sederhana saja, Sepanjang kita tahu apa yang kita mau, dan kemudian mampu memaksimalkan potensi yang kita miliki sebagai modal, terutama dengan menggali kelebihan dan mengasah bakat kita, maka kita akan bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Apalagi, jika semua hal tersebut kita kerjakan dengan senang hati dan penuh kesungguhan.

Dengan mampu mematangkan kelebihan-kelebihan kita secara konsisten, maka sebenarnya kita sedang memupuk diri kita untuk menjadi ahli di bidang yang kita kuasai. Sehingga, dengan profesionalisme yang kita miliki, apa yang kita perjuangkan pasti akan membuahkan hasil yang paling memuaskan.



Salam sukses, luar biasa!!!

Andrie Wongso



Seberapa Banyak Keju Yang Masih Anda Miliki?

diambil dari lagi lagi: http://www.dadangkadarusman.com/
capek dech. yang lulusan LG PDI pasti tau dech yang ini:

Spencer Johnson menggunakan keju sebagai simbol terhadap sesuatu yang penting bagi kita. Bukan keju sesungguhnya; melainkan sesuatu yang kita ingin agar selalu menjadi milik kita; selamanya. Bagi tikus, keju itu sangat penting, sebab konon tidak ada makanan yang lebih lezat didunia ini selain keju. Dengan kata lain, keju adalah sumber energi kehidupan yang terbaik; itu menurut tikus. Menurut anda bagaimana? Bukankah anda tidak ingin sesuatu yang penting bagi anda hilang begitu saja? Jika demikian, pertimbangkanlah untuk belajar kepada tikus, bagaimana mereka memperjuangkannya tanpa kenal putus asa; sehingga, seekor tikus selalu siap untuk bertanya: “Who Moved My Cheese”?

Bagi seekor tikus; keju adalah segalanya. Bagi seorang manusia seperti kita, segalanya adalah sesuatu yang sangat kita inginkan. Itu bisa berupa pendapatan. Fasilitas kantor. Status. Kehormatan. Atau apa saja. Tanpa semuanya itu, kita merasa tidak berarti; rendah diri, depresi; dan dunia serasa sudah berakhir saja. Jika anda adalah karyawan seperti saya, maka keju bisa juga berarti kelangsungan kerja kita. Jika kita di-PHK, misalnya; kita merasa seolah kehilangan segalanya. Itulah keju. Tetapi, hey. Bagaimana kalau kita benar-benar kehilangan keju itu? Pertanyaan yang mengerikan, bukan? Tetapi, justru karena merasa ngeri dengan kemungkinan itu, maka kita berusaha untuk menjalaninya dengan baik. Sehingga suka atau tidak; aktivitas kerja menjadi santapan setiap hari.

Rupanya, begitu juga tikus bertingkah setiap hari. Dia secara rutin keluar dari sarangnya menuju ke sebuah tempat dimana keju itu berada. Dia menghabiskan waktu disana, sampai perutnya kenyang. Dan tak lupa; dia membawa pulang sebagian keju itu untuk bekalnya di rumah sebagai bahan cemilan. Begitulah rutinitas itu dia lakukan setiap hari; seperti yang dilakukannya hari ini. Hari ini, tikus itu keluar dari sarangnya, dan berangkat ketempat seperti biasanya dia tuju. Harapannya tentu saja sama; mendapatkan keju seperti hari-hari sebelumnya. Tetapi, hey, ternyata, sesampainya ditempat itu; dia mendapati gudang keju yang sudah kosong; tanpa sedikitpun yang masih tersisa! Apa yang dilakukan sang tikus?

Kita, melakukan hal yang persis sama. Suatu ketika, kita bangun pagi-pagi. Pergi ketempat biasanya kita mencari nafkah. Harapan kita sama; mendapatkan nafkah seperti hari-hari sebelumnya. Tetapi, hey. Kemanakah nafkah yang kita harapkan itu? Ternyata kini sudah tidak ada lagi. Apa yang dilakukan oleh sang kita?

Tikus itu hanya berhenti sejenak. Lalu dia mengendus-endus menggunakan indera penciumannya yang segera mencari; kemaaaana perginya keju itu? Tahukah anda akhirnya tikus itu menyadari bahwa keju sudah berpindah dari gudangnya ke…perutnya sendiri? Keju itu sudah habis!

Jadi, apa yang tikus itu lakukan? Pulang ke sarangnya sambil menangis tersedu-sedu? Turun kejalan sambil mengusung poster-poster berisi kecaman dan kemarahan? Mengambil batu dan melempari kaca-kaca jendela gudangnya hingga luluh lantak? Atau, datang kepada sang pemilik keju lalu mengajak mereka berkelahi? Tidak. Tidak demikian. Tikus itu memilih untuk terus mengendus. Mencari kesana kemari. Berusaha untuk menemukan gudang keju yang baru.

Jadi apa yang sang kita lakukan? Kita berhenti. Termenung ditempat itu. Lalu membiarkan diri sendiri diasapi oleh kekecewaan. Frutrasi. Dan putus asa. Mengapa sumber penghasilan saya tiba-tiba hilang? Begitu teriak kita. Kita tidak mau mengerti bahwa tidak ada sumber pendapatan yang langgeng. Sekarang bisnis kita sedang baik, besok bagaimana? Sekarang boss masih mau mempekerjakan kita; besok apakah tidak akan ada PHK? Tidak ada yang menjamin semuanya itu. Lalu, bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi pada kita? Apa yang kita lakukan? Berdemo. Atau tidur siang yang panjang.

Tikus itu terus mengendus. Bergerak. Mencari, terus tanpa terputus. Kita ini terus tercenung. Meratapi dan menyesali; “Mengapa ini mesti terjadi!?”

Tikus itu berjalan terus. Kita ini terdiam terus menerus. Tikus itu terus melaju. Kita ini terus terpuruk. Dan, ketika tikus itu menemukan gudang baru yang penuh berisi keju; dia melompat gembira. “Hore! Aku tiba digudang keju yang baru.” Perjalanan yang melelahkan itu telah membawanya kepada ujung yang menyenangkan: “Hore, Gudang keju yang baru!” katanya. “Hore! Hari Baru!”, teriaknya sekali lagi.

Apa yang terjadi pada si ‘kita’ itu?
Teman kita, yang namanya ‘kita’ itu masih terdiam ditempat yang sama. Menyesali nasibnya; dengan tubuh yang sama sekali tidak terawat lagi. Samar-samar ia mendengar suara sang tikus; “Hey! Ayo bangkit lagi!” katanya. “Jangan hanya berdiam diri. Ayo temukan kembali gudang kejumu sendiri!” ia memberi semangat.

Kata kita si teman kita; “Dimana adanya gudang kejuku yang baru?”
Lalu si tikus menjawab:”Aku tidak tahu.” Katanya sambil mengangkat bahu.
“Kalau kamu tidak tahu,” kata si kita. “Bagaimana aku bisa menemukannya?” ia kebingungan.
“Kamu harus menemukannya sendiri, kita!” kata si tikus.
“Aku tidak akan bisa.” Kata si kita manja.
“Mengapa tidak bisa?” desak si tikus.
“Karena aku tidak tahu bagaimana caranya…” si kita merengek.
“Maukah kamu kuberitahu?” si tikus menimpali dengan bijaknya.
Si kita menatap si tikus dengan pandangan yang ragu-ragu. Lalu si tikus menganggukkan kepalanya mengukuhkan sebuah keyakinan. “Aku sudah menemukan gudang kejuku,” katanya. “Dan akan kuberi tahu dirimu bagaimana aku melakukannya.” Ia melanjutkan.

“Baiklah,” kata si kita. “Katakan kepadaku jika begitu.”
“Sederhana saja,” timpal si tikus.
Si kita memasang telinga, dan si tikus kembali berpesan:
”Jangan pernah berhenti mencari, sampai kamu menemukannya.”

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:

  1. Pernah berurusan dengan tikus? Jangan tanya betapa sulitnya mengimbangi kegigihan tikus. Jika tikus sudah menghendaki sesuatu di rumah Anda, maka dia akan melakukannya sampai dapat. Anda mungkin bisa menjebaknya. Tetapi anda tidak mungkin bisa menaklukannya. Anda lebih sering dikalahkan oleh tikus daripada anda yang mengalahkannya. Jika anda tidak percaya cerita saya; tanyakan saja kepada si Tom; bagaimana dia selama puluhan tahun telah diperdayai oleh si Jerry.
  2. Ada dua karakter tikus yang saling bertolak belakang; negatif dan positif. Kegigihan adalah ciri positifnya. Dan kerakusan adalah ciri negatifnya. Ada manusia yang meniru sifat negatif tikus; sehingga jadilah mereka pencuri rakus yang bersembunyi dibalik jas dan baju bagus. Ada orang yang meniru sisi positifnya; sehingga mereka tampil sebagai manusia dengan sikap pantang menyerah. Ada juga orang yang memborong kedua-duanya. Termasuk kelompok manakah anda?

Terus Berlari, Atau Selamanya Terhenti

diambil dari http://www.dadangkadarusman.com/


Kita sering diingatkan bahwa selama masih hidup, maka roda kehidupan masih akan terus berputar. Kadang diatas, dan kadang dibawah. Kita ingin terus diatas. Namun, hidup memiliki kodratnya sendiri.Yang diperlukan hidup dari kita bukanlah menghentikan perputarannya, melainkan berlari bersamanya. Membawa roda itu menuju ketempat yang nilainya tinggi. Sebab, ditempat yang tinggi, sekalipun bagian roda itu berada dibawah, tetap saja dia tinggi. Jadi, jika kita bisa memberikan derajat yang tinggi pada sang roda, maka berada dibagian bawah roda itu bukanlah masalah. Melainkan, seperti melodi indah dalam simponi naik dan turunnya irama sebuah orkestra. Itu hanya bisa terjadi jika kita terus berlari. Sebab, jika kita berhenti, maka kita menjadi terdiam seperti mati.

Pagi itu, embun masih enggan untuk beranjak pergi. Menutupi rumput tebal yang menghampar diseluruh permukaan padang golf yang menghijau. Hujan semalam menyisakan sunyi. Juga dingin memanjakan. Sementara burung-burung mulai sibuk bernyanyi tralala-trilili, tak seorangpun saya temui dipagi buta seperti ini. Kesendirian memberi ruang untuk menikmati semuanya tanpa ada yang menyela. Nyanyi riang para burung bergabung dengan gemuruh deburan ombak dikejauhan. Bersama suara derak renyah dari pergesekan antara alas sepatu dengan landasan semen disepanjang jogging tract yang saya telusuri. Benar-benar damai. Begitu membuai hingga tanpa terasa padang golf sudah berganti dengan bibir pantai yang terjal. Embun bergulat dengan geliat sinar mentari, namun keringat disekujur tubuh saya bercucuran tanpa kompromi. Tak ada dingin. Melainkan kehangatan yang memenuhi hati.

Sesampai diujung terjauh tebing itu, kita tidak perlu berlari lagi. Inilah ujung dunia itu. Tempat pertemuan antara muara sungai dengan tanah tempat berpijak, dan lautan yang mendeburkan suara ombak. Tempat dimana kita bisa membenamkan diri didalam kedamaian. Tempat dimana lagu laut bersenandung merdu untuk menghipnotis kita agar mendekat. Hingga akhirnya berhadapan langsung dengan sang ombak. Berdiri diatas batu karang kehitaman yang berdiri tegak. Terpukau oleh sisa-sisa air pasang semalam. Terpikat oleh ikan-ikan kecil yang terperangkap disela-sela genangan. Siput-siput terpaku dalam bisu. Dan rumput-rumput laut menyajikan hamparan bak beludru.

Ketika saya melompat dari satu batu karang ke batu karang lainya, tiba-tiba saja ada sebuah kesadaran baru. Ternyata, tempat saya berpijak bukanlah benar-benar batu karang. Melainkan setumpuk kulit kerang yang mengeras, melapisi permukaan batu karang itu. Lama-lama, saya menyadari bahwa selama jutaan tahun alam telah menghidupi batu karang itu dengan sisa-sisa kulit kerang. Lalu mereka memosil. Dan akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari struktur batu itu. Tapi, ada satu tanya nyaris tak berjawab dibenak saya; ’Mengapa alam begitu rajin mengumpulkan kulit kerang itu?’ Dengan telaten membawanya ketempat itu. Dan teramat terampilnya menata kulit kerang itu sebegitu rapi. Tetapi, benarkah mereka melakukannya? Jika bukan, lantas siapa? Yang pasti, itu bukan perbuatan ikan-ikan. Bukan tindakan ombak yang bercipratan. Bukan pula nelayan. Siapa? Saya tidak tahu.

Semakin kuat memendam keingintahuan, semakin terkubur saya dalam rasa penasaran. Formasi itu terlalu indah untuk diabaikan. Hingga akhirnya, saya terdorong untuk mencongkel kulit kerang itu. Namun, tangan ini tak kuasa untuk membongkar batu karang. Dia terlalu tangguh. Terlampau kokoh untuk sekedar membuatnya goyah. Saya mencobanya sekali lagi, kali ini menggunakan sebongkah batu. Namun, kulit kerang itu tidak hendak lepas dari pelukan sang batu karang. Mereka begitu menyatu, hingga enggan dipisahkan. Saya memukulkan batu itu terlampau keras ketika salah satu kulit kerang terpecah. Padahal, saya ingin dia utuh. Bukan hancur seperti itu.

Namun, penyesalan saya berubah menjadi ketakjuban. Ternyata, dibalik kulit kerang yang pecah itu bersembunyi seonggok daging. Daging kerang. Ternyata, kerang-kerang yang saya anggap hanya sisa-sisa sebuah kehidupan itu sesungguhnya masih hidup. Ternyata, mereka bukan setumpuk cangkang. Melainkan sebuah spesies kerang yang hidup dengan cara menempelkan dirinya dibatu karang. Berapa lama mereka harus terpaku disitu? Seumur hidup. Sejak lahir, hingga menjemput kematian. Orang-orang di Bali menamakan spesies kerang itu ’kritip’. Yaitu, kerang yang menyerahkan diri kepada batu karang. Dan mereka menjadi bagian dari bertumbuh dan berkembangnya sang batu karang.

Saya tercenung. Memandang kearah laut yang teramat luas. Membayangkan bahwa angin telah mengantarkan sang ombak untuk menjelajah seluruh penjuru dunia. Mereka-reka bahwa para ikan sudah bepergian kesemua tepi bumi. Dan para kura mengembara kemana-mana. Sementara para kritip, hanya tinggal diam terpaku disitu. Tiba-tiba saja, saya menyadari, bahwa hidup kita seperti kritip. Terpaku pada sesuatu yang kita anggap sebagai kenyamanan. Menjadikan kita takut untuk menantang hidup. Meski seperti halnya samudera luas itu, hidup sungguh menyediakan berbagai macam peluang. Menyajikan banyak hal yang lebih baik daripada tempat dimana kita berada kini. Namun, kita enggan meninggalkan kenyamanan ini dan melintasi rintangan demi pencapaian kita yang berikutnya. Dan kita mengatakan; “sudahlah, saya sampai disini saja”. Sehingga sang waktu yang telah menempuh perjalanan begitu jauh, hanya membawa kita ketempat yang sama. Tidak. Kita tidak boleh seperti itu lagi. Kita harus bersedia berhenti dari berhenti. Kembali berlari. Dan terus berlari lagi.

Tiba-tiba saja saya teringat tentang jebakan zona kenyamanan. Comfort zone. Seolah tengah kembali diajarkan sang kritip. Dan begitulah pula manusia pada umumnya. Ketika kita sampai kepada sebuah tempat dimana kita merasa nyaman, maka kita menjadi enggan untuk beranjak dari tempat itu. Sehingga, gagasan tentang ’keluar dari zona kenyamanan’ semakin terdengar seperti sebuah lelucon. Cobalah tengok, pencapain kita hari ini. Apakah masih sama dengan yang hari kemarin? Berbedakah dengan apa yang bisa kita wujudkan tahun lalu? Jangan-jangan, semuanya masih seperti yang dulu-dulu. Kita memang ikut penjelajahan sang waktu. Namun, kita hanya diam disitu. Padahal, hidup tidak pernah berhenti menawarkan banyak hal baru. Seperti samudera yang bersedia membawa kita mengembara keseluruh penjuru dunia. Tapi, karena kita terpesona dengan sang zona kenyamanan, maka kita memutuskan untuk berhenti. Kemudian menyerahkan diri, seperti sang kritip memasrahkan hidupnya kepada sang batu karang. Hingga tidak jelas lagi perbedaan antara hidup dengan mati. Sampai-sampai, kita ragu apakah kita ini masih hidup, atau sudahkah kita mati.

Zona kenyamanan juga mengisyaratkan kita tentang memberi nilai kepada hidup itu sendiri. Kita, merasa nyaman dengan perilaku-perilaku kita. Meskipun itu buruk, namun kita enggan meninggalkan keburukan itu. Walau tahu itu merugikan orang lain, tapi kita keberatan menghentikannya. Biar itu merendahkan diri, kita meneruskannya juga. Hingga kita berani berkata; ”Mencari uang dengan cara curang saja sudah susah, apalagi melakukannya dengan kejujuran?” Kita percaya bahwa ombak dihadapan kita itu terlampau berbahaya. Jadi, kita memilih berdiam diri seperti sang kritip. Kita percaya bahwa menjadi orang jujur itu menyusahkan hidup, maka kita memilih terpenjara dalam ketidakjujuran.

Memang, selama ini saya sering bertanya; mengapa orang tidak gampang untuk sadar? Ternyata sebenarnya mereka sadar. Seorang pencuri, sadar bahwa mencuri itu bukan tindakan yang baik. Seseorang yang mengambil uang bukan haknya sadar bahwa tindakannya melanggar norma-norma. Seseorang yang menindas orang lain sadar bahwa perbuatannya tidak mencerminkan nilai luhur dirinya sebagai seorang manusia. Namun, kita merasa bahwa tinggal selamanya dalam kubangan perbuatan-perbuatan itu sebagai tempat teraman, dan ternyaman. Sebab, dengan cara itu kita bisa mendapatkan banyak uang secara instan. Mudah. Dan melimpah. Sedangkan, jika meninggalkan cara itu, dan mulai berenang didalam ombak; tantangannya terlalu berat. Belum tentu kita bisa bertahan dalam terpaan gelombang kehidupan itu. Jangan-jangan, kita akan mati tenggelam. Jadi, mengapa kita harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan ini? Padahal, sang kritip mengatakan; ”Kamu akan mati, jika berhenti dalam kubangan itu. Yang mati bukan dirimu. Tapi hatimu. Lalu hati itu memosil. Dan kemudian mengeras, serupa kerasnya batu karang…….”

Hore,
Hari Baru!

Catatan Kaki:
Kita mengira roda kehidupan ini terus berputar seiring beranjaknya sang waktu. Namun setelah bertahun-tahun lamanya, ternyata kita masih disini. Mungkin, inilah saatnya bagi kita untuk berhenti dari berhenti. Dan kembali berlari

Pintu Keberhasilan: Keberuntungan Atau Kerja Keras?

by Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com


Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita kadang menyebutnya sebagai ‘hoki’. Itulah keberuntungan. Ada orang yang begitu yakin bahwa segala sesuatu itu bergantung pada keberuntungan. Ada pula yang sama sekali tidak mempercayainya. Tidak jarang keberuntungan dianggap sebagai sesuatu yang tidak lebih dari sekedar cerminan sikap inferioritas orang-orang yang bisa saja berhasil, sekaligus calon kambing hitam bagi orang-orang yang gagal. Orang berhasil yang rendah diri menganggap bahwa keberhasilannya itu ‘hanyalah sebuah keberuntungan’ belaka. Sementara orang-orang gagal dapat dengan mudahnya mengatakan; ‘saya kurang beruntung, makanya saya gagal’. Sesederhana itu. Ada dua pandangan ekstrim disini. Pertama, kemasabodohan dan kedua, ketergantungan terhadap sebuah keberuntungan. Sebagian orang menganggap bahwa kemasabodohan membawa penganutnya kepada sikap pencaya diri yang berlebihan. “Ini hasil kerja keras gue. Nothing to do with keberuntungan!”. Orang ini semata-mata mengandalkan unsur kasat mata. Cenderung agak ‘kering’ dari unsur ruh atau spiritualitas. Sedangkan sebagian orang lainnya berpikir bahwa ketergantungan kepada keberuntungan menyebabkan penganutnya cenderung kurang indipenden. Bahkan sekalipun mereka sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang memadai, namun, sering dikendalikan oleh keraguan atau kekhawatiran; “Jangan-jangan keberuntuangan tidak sedang berpihak pada saya”. Tetapi, benarkah keberhasilan kita sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan keberuntungan? Ataukah, justru keberuntunganlah yang menyebabkan kita berhasil?

Setiap orang tentu boleh saja menentukan pilihannya sendiri. Apakah hendak menjadi orang dari kelompok pertama, atau kedua. Tetapi, mari kita lihat sekali lagi apakah kita benar-benar sudah menentukan pilihan secara tepat. Fokusnya bukanlah kepada apakah pandangan yang satu lebih tepat dari pandangan yang lainnya. Melainkan, apakah kita sudah menempatkan pandangan kita itu secara tepat. Itu saja. Boleh jadi kedua pandangan ekstrim itu benar adanya. Dan jika kita bisa menempatkan keduanya – apapun pilihan kita – pada tempat dan situasi yang tepat, itu pasti akan menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk digoyahkan.

Apa yang bisa kita lakukan disini adalah belajar dari kedua jenis manusia dengan kedua pandangan yang berbeda itu. Pertama, mari kita belajar dari orang yang tidak percaya pada keberuntungan. Mereka yang tidak percaya keberuntungan mempunyai sikap kemandirian yang mengagumkan. Mereka adalah pengambil resiko yang berani. Dan semangatnya, tidak mudah dipatahkan. Ketika orang-orang dari jenis ini menghadapi kegagalan, maka apa yang mereka katakan kepada dirinya sendiri adalah:”Gue kurang persiapan.” atau ”Gue mesti berusaha lebih keras lagi.” Atau ”Lain kali akan gue coba lagi”. Mereka begitu percaya bahwa jika mereka melakukannya dengan lebih baik lagi, maka mereka pasti akan berhasil. Mereka juga bukanlah orang-orang yang bermental ’blamming’. Menyalahkan orang lain. Jika mereka gagal, maka menyalahkan orang lain atas kegagalannya bukanlah gaya mereka. Sekalipun orang lain bahkan memang melakukan sesuatu untuk mengganjalnya dari perjuangan meraih keberhasilan; orang-orang dari jenis ini tetap tidak terpancing menyalahkan orang lain. Mereka, dengan sangat mengagumkannya, mengatakan:”Gue kurang hati-hati dengan kemungkinan itu. Lain kali, gue tidak bakal bisa dikibulin lagi”.

Perhatikan sekali lagi; pandangan mereka selalu mengarah kepada ’perbaikan’ dari dalam diri mereka sendiri. Introspeksi, jika anda ingin menyebutnya demikian. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kita menemukan orang-orang dari jenis ini selalu bersemangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Mereka tidak mungkin pernah berdiam diri dari ’memperbaiki diri’. Semangat mereka, tidak pernah padam.

Berada ditengah-tengah orang yang seperti ini, anda akan dilingkupi oleh sikap optimis. Sungguh, tak kan pernah anda temui orang-orang dari jenis ini dihantui oleh pesimisme. Mereka bahkan selalu mampu menemukan sisi optimistik dari situasi yang paling sulit sekalipun. Dan mereka, tidak akan pernah berhenti, hingga mereka benar-benar berhasil. Berada ditengah-tengah mereka. Membuat anda tertular dahaga untuk berbuat. Berusaha. Memperbaiki diri. Dan bangkit lagi. Dan bangkit lagi.

Dalam konteks kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilan kita; bagaimanapun situasinya. Berapapun harganya. Sesulit apapun kondisinya. Seberat apapun tantangannya. Kita pantas belajar dari manusia jenis ini. Dan jika kita bisa meniru mereka; apakah ada kemungkinan kita akan gagal? Tidak. Pasti kita berhasil. Karena mereka yang terus-menerus memperbaiki diri. Pantang menyerah. Bangkit. Dan bangkit lagi. Bagi mereka; keberhasilan itu merupakan sebuah keniscayaan. Sebuah kepastian.

Bagaimana dengan jenis manusia kedua? Apa yang bisa kita pelajari dari mereka? Perhatikan. Doa bagi mereka bukanlah sekedar sesuatu yang diucapkan melalui lidah saja. Mereka memasukkan doa-doa kedalam hati mereka. Lalu dari hati, doa-doa itu dilarutkan kedalam darah mereka. Melalui darah itu doa-doa itu berjalan menelusuri arteri coronary. Terus menuju kedalam jantung. Kemudian jantung mereka, memompa darah penuh doa itu menyembur melalui aorta. Lalu sang darah berpisah-pisah disetiap cabang dan pesimpangan pembuluh, menuju ketempat dimana mereka masing-masing ditugaskan untuk mengunjunginya, dijaringan perifer. Dan diferifer itu mereka melemparkan doa-doa yang dibawanya itu kesetiap pintu sel-sel tubuh mereka. Seperti tukang koran yang lewat didepan rumah; lalu melemparkan koran yang dibawanya kehalaman rumah kita. Lalu sel-sel itu menyantap sang doa, hingga mereka menjadi kuat oleh cahaya spiritualitas yang mengkilau. Maka jadilah tubuh orang dari jenis ini dipenuhi oleh doa-doanya. Hati mereka dipenuhi doa. Darah mereka dipadati doa. Jantung mereka dijejali doa. Daging mereka diliputi doa. Tulang-tulang mereka diselaputi doa. Dan, bukankah doa itu merupakan kata lain dari sebuah pengharapan? Mereka berharap agar sang maha kuasa memberi mereka apa yang mereka inginkan. Dan ketika Tuhan mengabulkan permintaan mereka, mereka mengatakan: ”Keberuntungan sedang berpihak kepada saya”.

Perhatikan sekali lagi; pandangan mereka selalu mengarah kepada ’keyakinan’ bahwa Tuhan akan mengerahkan kekuatan alam semesta untuk membantu mereka meraih keberhasilan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kita menemukan orang-orang dari jenis ini selalu yakin bahwa keberhasilan akan menjadi milik mereka. Mereka tidak akan bertindak tanpa keyakinan untuk bisa berhasil. Jika mereka belum yakin bisa berhasil, maka mereka akan terlebih dahulu mempersiapkan diri untuk kesempatan dan waktu yang tepat. Mereka sangat cermat dalam menghitung waktu. Sebab bagi mereka, sesuatu yang dilakukan terburu-buru; tidak akan mungkin membawa keberhasilan. Agar berhasil, mereka memperhitungkan kapan saat yang tepat untuk memulai suatu kegiatan.

Berada ditengah-tengah orang yang seperti ini, anda akan dilingkupi oleh sikap cermat yang bersumber kepada nilai-nilai spiritualitas teramat kental. Bersama mereka, ketika anda berdoa, anda tidak sekedar mengucapkannya begitu saja; tanpa mengerti makna doa-doa yang anda panjatkan. Anda benar-benar meresapi doa itu. Dan bagaikan sebuah mantra; doa menguatkan jiwa dan raga anda. Sehingga anda benar-benar siap untuk memetik keberhasilan yang anda dambakan itu. Sungguh, tak kan pernah anda temui orang-orang dari jenis ini dihantui oleh kegamangan. Ketika mereka tahu saatnya tepat, mereka akan melakukannya dengan seluruh kemampuan disertai keyakinan bahwa alam semesta mendukung dibelakang mereka. Dan mereka tidak akan pernah melakukan sesuatu kecuali mereka tahu; bahwa mereka akan berhasil. Berada ditengah-tengah mereka. Membuat anda tercerahkah untuk selalu berpegang teguh pada tali pertolongan Tuhan. Berdoa. Berusaha. Mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai sebuah tindakan. Dan menyelesaikannya dengan akhir yang manis.

Baiklah. Sekarang anda simpulkan sendiri. Dari kedua jenis manusia ekstrim itu; mana yang pasti akan berhasil? Kelompok pertama. Baiklah, jika anda yakin bahwa kelompok pertama akan menjadi manusia-manusia paling berhasil; silakan belajar kepada mereka. Tapi ingatlah, ada banyak orang yang mengaku bagian dari jenis manusia kelompok pertama. Padahal tidak benar-benar demikian. Mereka kelihatannya optimistis. Penuh semangat. Berani mengambil resiko. Tetapi, ketika mereka dihadang oleh kegagalan yang berulang-ulang, maka mereka berputus asa. Hati-hatilah dengan yang seperti ini. Mereka bukan kelompok manusia jenis pertama yang kita bicarakan tadi. Tidak asli. Mereka hanya berpura-pura. Mereka mengaku-aku dirinya begitu, padahal tidak. Sebab, seperti sudah kita bahas dimuka, manusia dari kelompok pertama bukanlah orang-orang yang berputus asa.

Jika anda yakin bahwa kelompok kedua akan menjadi manusia-manusia paling berhasil; silakan belajar kepada mereka. Tapi ingatlah, ada banyak orang yang mengaku bagian dari jenis manusia kelompok kedua. Padahal tidak benar-benar demikian. Mereka kelihatannya spiritualis. Penuh perhitungan akan ketepatan waktu. Bertindak dengan keyakinan yang tinggi. Tetapi, ketika mereka dihadang oleh kegagalan yang berulang-ulang, maka mereka menyalahkan Tuhan yang tidak mau memberikan keberuntungan. Hati-hatilah dengan yang seperti ini. Mereka bukan kelompok manusia jenis kedua yang kita bicarakan tadi. Tidak asli. Mereka hanya berpura-pura. Mereka mengaku-aku dirinya begitu, padahal tidak. Sebab, seperti sudah kita bahas dimuka, manusia dari kelompok kedua bukanlah orang-orang yang menyalahkan Tuhan atas nasib yang mereka miliki.

Dan…., termasuk kelompok yang manakah anda?

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Jika manusia boleh mengejar kesempurnaan; maka itu tiada lain adalah mendekatkan diri kepada Tuhannya, seraya mengoptimalkan semua potensi diri yang telah Tuhan anugerahkan kepada dirinya.

renungan motivasi

RENUNGAN MOTIVASI:

diambil dari: http://wuryanano.com/


"Dan (ingatlah) di waktu Tuhan kalian memperingatkan. Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmati-Ku kepada kalian; dan jika kalian mengingkarinya, maka azab-Ku amat berat sekali". (Al-Qur'an, Surat Ibrahim: 7)


"(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya". (Al-Qur'an, Surat Al-Muddatstsir: 37 – 38)



"Dan jika kamu berbuat kebaikan, maka kamu berbuat kebaikan untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kamu sendiri yang akan menderita". (Al-Qur'an, Surat Al-Isra: 7)



"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd: 11)


"dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain dari apa yang telah diusahakannya". (Al-Qur'an, Surat An-Najm: 39)



"Dan bagi masing - masing orang memperoleh derajat - derajat ( seimbang ) dengan apa yang dikerjakannya". (Al-Qur'an, Surat Al An’aam : 132)



"Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati esok". (Hadits Riwayat Turmudzi)





"Sesungguhnya Allah Suka Melihat wujud nikmatNya atas hambaNya". (Hadits Riwayat Turmudzi)





Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh, jika salah seorang di antara kalian berangkat pagi untuk mencari kayu yang ia panggul di atas punggungnya, lalu ia menyedekahkannya dan tidak memerlukan pemberian manusia; maka itu adalah lebih baik daripada ia meminta kepada seseorang, baik orang lain itu memberinya ataupun tidak. Karena, tangan yang di atas (yang memberi) lebih utama daripada tangan yang di bawah (yang menerima). Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung". (Hadits Riwayat Abu Hurairah)



Saturday, February 23, 2008

nulis script di blog

berikut beberapa cara nampilin/nulis script di blog kita supaya bisa dibaca orang.


1. Coba Anda gunakan web editor yang bersifat WYSIWYG (What You See Is What You Get) seperti Ms. Front Page. Ketik script di bagian text editornya dan ambil script codenya lewat HTML editornya. Copy scriptnya dan paste ke postingan blog Anda.

2. Gunakan Text Area. Copy kode berikut ini:
<form>
<textarea rows="6" cols="20"><a border="0" alt="Info Blogging dan Cari Uang lewat internet" href="http://www.antoxite.co.cc/" title="Informasi Blogging dan Cari Uang lewat Internet"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_bpWvYSb5biKJ9JImFM4dhLhZ_vm63P2GYEFfP8NxPLiCWWH7DU1FbY2mGlRmZSqIqAgJk1_BwJccVedzyuK9dddjoYZpJHMeIRjRx5lwo2gCwuYYEjqyKCHbnZzDVFuW9unSGQ/s192/__-antoxite.gif"/><br/></a></textarea>
</form>
Silahkan Anda ganti kode yang berwarna biru dengan script code yang akan Anda tulis. Copy kode tersebut dan paste melalui Tab "Edit HTML" dalam halaman penulisan posting Anda.

3. Copy script code Anda dan paste disini http://centricle.com/tools/html-entities/. klik "Encode". Copy hasil encodenya dan taruh di postingan Anda.
Ok, selamat mencoba ya!

disadur dari:
http://www.antoxite.co.cc/2008/10/cara-menulis-script-di-posting-blogger.html

Sunday, January 06, 2008

Tuesday, January 01, 2008

CONRAD NICHOLSON HILTON

KIPRAH SI RAJA HOTEL DUNIA


Dalam kata pembukaan biografi yang ditulis Whitney Bolton, salah seorang teman, Conrad Hilton menyatakan: Tidak mungkinlah seseorang memulai suatu usaha dalam hidup ini tanpa mengetahui arah mana yang akan ditujunya. Sejauh yang saya ingat…saya termasuk mempunyai sifat antusiasme. Dengan antusiasme yang terus mendorongku dan doa yang melindungiku, saya dapat mengatakan bahwa saya menyukai apa yang telah saya lakukan dalam hidup ini. Tak dapat tidak, dengan modal seperti itu, sulitlah orang tidak hidup dengan aktif, kaya, dan lebih-lebih lagi, bahagia. Kalau seseorang mempunyai ambisi yang mendorong dia, kepercayaan yang menuntunnya, dan kesehatan untuk menerapkan segala kemampuannya, tidak mungkin tidak ia akan mencapai sukses, entah dengan cara apa. Kelihatannya sukses yang digambarkan oleh Hilton di atas ini mulai pada usia sangat muda. Ia mencapai ketenaran dan kekayaan bukan berkat bakat administrasi yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu usaha hotel mewah, melainkan berkat ketajaman bisnisnya. Ia menguasai keahlian keuangan dan menjadi seorang yang pandai bernegosiasi, sangat cerdas dalam segala transaksi. Lebih dari itu, ia memiliki suatu indera keenam sangat peka yang memungkinkan dia memilih waktu dengan tepat, dan bermata jeli untuk melihat kesempatan dalam investasi yang menguntungkan. Di samping itu, Hilton sering menggunakan prinsip dasar sebagai berikut: Pilihlah orang-orang yang kompeten, tempatkan mereka pada posisi kunci dan secara implisit pada keputusan hati mereka.

Hilton dilahirkan pada 25 Desember 1887 di San Antonio, New Mexico. Ia anak kedua dari delapan bersaudara, dan anak lelaki pertama. Ayahnya, Augustus Hover Hilton, yang secara akrab dipanggil “Gus” dilahirkan di Oslo tahun 1854 dan telah berpindah ke Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Beberapa lama Gus Hilton tinggal di Fort Dodge, Iowa, tempat kelahiran istrinya, Mary Laufersweiler, seorang keturunan Jerman. Ia terpesona oleh banyaknya kesempatan di Barat, dan karenanya ia menetap di Sorocco, New Mexico, dan kemudian di San Antonio. Ia mengerti kebutuhan para penambang batu bara dan orang-orang yang bepergian pulang-balik melintasi perbatasan Mexico, dan hal ini mendorong dia untuk membangun suatu toko serba ada.

Hilton memimpin 185 hotel di Amerika Serikat dan 75 di seberang lautan ketika ia meninggal pada usia 91, bulan Januari 1979. Sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting. Hilton berhari-hari meneliti dan menimbang-nimbang segala implikasinya. Ia mempelajari segala sesuatu. Bila Hlton tidak dapat membeli sebuah hotel, ia menyewa. Bila ia tidak dapat menyewa, ia membangunnya. Lelaki jangkung mengesankan yang tampak segar bugar ini makan dan tidur di hotel; ia mimpi tentang hotel di malam hari.

Karier Hilton bermula ketika ia menjawab dengan tenang: Mengapa tidak menggunakan lima atau enam kamar di rumah kita dan mengubahnya menjadi ruang tidur, seperti hotel. Kota ini membutuhkan hotel. Mungking mula-mula kita tidak mempunyai pelanggan, tetapi ceritanya akan tersebar dan semua akan berjalan sendiri. Anak-anak perempuan dan Ibu dapat mengurusi dapur dan saya akan mengurusi bawaan para tamu. Dengan mudah tiap kamar dapat menampung beberapa tamu. Dengan ongkos $2,50 sehari, saya pikir kita akan cukup beruntung. Sudah jelas, masalahnya adalah bagaimana menarik pelanggan. Inilah awal sutu masa kerja keras bagi Hilton. Ibu dan saudara-saudara perempuannya mengurusi hotelnya sendiri sedangkan dia dan ayahnya tetap bekerja di toko. Tetapi begitu toko tutup pada pukul 6 sore, Hilton makan malam sedikit, dan langsung tidur. Pada tengah malam ia bangun untuk menjemput orang-orang yang turun dari kereta api pada jam 1 dini hari. Ia mengurusi barang-barang mereka, mendaftar mereka, mengecek apakah segala kebutuhan mereka telah tersedia, seperti selimut, sabun dan handuk, mencatat sarapan yang mereka inginkan di pagi hari dan jam berapa mereka minta dibangungkan. Ia mengirimkan catatan tersebut kepada ibu, lalu kembali ke station untuk menyambut kereta jam 3 pagi. Bila penumpang terakhir telah mendapat penginapan, Hilton dapat tidur lagi, sekurang-kurangnya sampai jam 7 pagi. Pada jam itu ia bangun, mengurusi para tamu, lalu membuka toko mereka jam 8 pagi. Hanya dalam waktu enam minggu penginapan San Antonio sudah dikenal seluruh daerah itu, bahkan sampai sejauh di Chicago. “Kalau kamu harus singgah,” begitu kata orang, “pergilah ke San Antonio dan menginaplah di penginapan Hilton.” Suatu pelajaran penting telah didapatkan Conrad Hilton. Ia selalu bekerja keras dan lama untuk berhasil. Sampai kematiannya, ia berkata bahwa ia tidak mau dibayar sejuta dolar sebagai tukaran segala sesuatu yang telah dipelajarinya selama ini.

Keberhasilan “hotel” pertama Hilton memungkinkan dia menuntut pendidikan di New Mexico School of Mines pada tahun 1907. masa ini menandai suatu titik balik dalam hidupnya. Dalama waktu dua tahun, Gus sudah bangkit lagi. Ia mulai sibuk dalam usaha real estate di Hot Spring, New Mexico. Ia bermimpi tentang membuka sebuah bank, dan ia telah membeli tanah untuk membangun rumah. Tanah itu terletak di Sorocco, tempat berdirinya Chool of Mines. Hilton membenci kota itu. Ayahnya memberi dia pilihan untuk tetap di San Antonio dengan mengurusi toko, sementara seluruh keluarga berpindah ke Sorocco. Hilton tahu bahwa saudara-saudara perempuannya akan lebih mungkin berhasil di kota itu, maka ia setuju. Inilah awal masa magangnya dalam dunia bisnis. Tunjukkan sikap hormat kepada siapa saja yang anda hadapi. Prinsip ini membantu dia dalam menghadapi pemerintah Puerto Rico, yang telah menghubungi tujuh hotel Amerika untuk meminta mereka membuka satu hotel mewah di San Juana. Tidak satu pun hotel itu yang tertarik, dan menjawab dengan surat bisnis yang pendek tanpa keramahan dalam bahasa Inggris, Hilton memberikan jawabannya dalam bahasa Spanyol yang sempurna. Tentu saja suasana jadi sangat berbeda. Maka lahirlah rangkaian hotel Caribe-Hilton. Dalam urusan bisnisnya di luar negeri pun, Hilton menerapkan tiga prinsip seperti di dalam negeri: Tanamkan modal sendiri, Perlakukan bankir-bankir sebagai teman, Berikan pada manajer saham dalam perusahaan. Formula ini mencapai hasil yang baik ke mana pun ia pergi, karena cara ini tidak mengundang rasa tidak senang orang yang dihadapi di luar negeri. Hilton lebih suka menawarkan kemitraan kepada para investor luar dalam hotel-hotelnya. Mereka dibebani membeli tanahnya dan membiayai pembangunannya. Hilton memberikan bantuan teknis dan membantu pengoperasian hotel. Lalu kedua pihak menandatangani kontrak sewa bersama atau kontrak manajemen bersama. Personil, yang disaring dan dipilih dengan teliti dari tenaga setempat, diundang untuk meningkatkan kemahiran mereka di hotel-hotel Hilton di Amerika Serikat.

Hotel-hotel muncul di mana-mana di luar negeri. Maka didirikanlah Hilton International Corporation pada tahun 1948. Badan ini berdiri sendiri, terpisah dari badan induknya, tetapi Hilton memegang pimpinan sebagai presiden dan ketua direksi. Operasi hotel Hilton di luar negeri memenuhi dua cita-cita Hilton: pertama membantu orang Amerika berhubungan dengan bagian dunia yang lain sehingga membuat mereka lebih bertoleransi, dan kedua, dan kedua, hotel-hotel ini memungkinkan dunia lain mengenal Amerika dan warganya. Tokoh-tokoh terkenal membantu penyediaan dana bagi Hotel Hilton yang terdapat di mana-mana di luar negeri. Shah Iran dengan Yayasan Pahlavinya memiliki sebuah Hotel Hilton. Howard Hughes juga mempunyai hubungan dengan hotel itu lewat Trans World Airlines. Pada bulan Mei 1967, Hilton International menjadi suatu cabang TWA. Pada waktu itu, Hilton telah mengundurkan diri dari bisnis yang telah dibangunnya dengan modal seadanya.

Hilton akhirnya mempunyai waktu untuk menikmati hidup dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya di rumahnya di California. Walaupun ia tidak lagi menghendaki perjalanan keliling untuk melakukan pengawasan. Ia tidak pernah melewatkan perayaan inaugurasi. Di luar negeri, Hilton yang selalu menghormati tradisi setempat itu memberlakukan kebijaksanaan agar peristiwa-peristiwa gala ini mencakup adat naional dan cerita rakyat negara setempat. Walaupun dalam bisnis sangat sukses, dalam kehidupan pribadinya Hilton tidaklah begitu bahagia. Ia dan istri pertamanya, Mary Barron, mempunyai tiga anak laki-laki, Nick, Barron, dan Eric. Ketika anak terkecil lahir pada tahun 1933, Hilton sedang kehabisan tenaga akibat beban kerja keras. Perkawinannya berantakan. Selanjutnya ia kawin dengan Zsa-Zsa Gabar, tetapi perkawinan ini tak berumur panjang. Perkawinan ketiganya lebih tenang. Pada tahun 1976, pada usia 89 tahun, ia menikah dengan Mary France Kelly. Wanita itu berumur 20 tahun di bawah dia dan merupakan sahabat sejak lama.

Pria yang mempunyai visi ini telah mengukir namanya dalam sejarah. Pada tahun 1965, usaha perhotelan Hilton memiliki 61 buah hotel di 19 negara; dengan kata lain, usaha itu mencapai 40.000 kamar dan tenaga karyawan mencapai 40.000 orang. Hilton sendiri menguasai 30 persen dari penerimaan besar yang diperkirakan mencapai $500.000 juta lebih. Inilah gambaran jelas tentang prinsip Hilton : Percayalah kepada cita-cita Anda, tujuan Anda dan kepada Tuhan. Formula di atas merupakan ringkasan dari karier hebat Conrad Hilton, salah seorang raja perhotelan paling besar dan paling kaya di dunia.

dari: http://toilete.blogspot.com/

Saturday, December 29, 2007

SUKSES = 99% kerja keras + 1% keberuntungan

Lee Myung-bak, Penjual Es Jadi Presiden

Jika pada dekade 1990-an lalu Korea Selatan pernah dinyatakan sebagai salah satu negara yang ajaib karena pertumbuhan ekonominya tinggi, maka Lee Myung-bak adalah produk dari negara ajaib itu. Sama seperti Korea Selatan yang bangkit dari kehancuran Perang Korea (1950-1953), Lee adalah presiden yang pernah menjual es.

Lee tak segan untuk mengatakan keajaiban bukanlah suatu yang mustahil untuk diraih. Keajaiban merupakan impiannya. Ya, orang-orang pun pernah menjulukinya sebagai arsitek bisnis yang berkeajaiban yang membuat grup Hyundai menjadi terkenal di Korea Selatan, Asia, dan kini di dunia.

Lee disebutkan meraih sukses dalam bisnis karena ketekunan dan faktor keberuntungan. "Akan tetapi, saya memiliki penjelasan berbeda atas sukses. Sumber sukses saya adalah semangat dan tindakan yang tak mengenal hasil yang tanggung," kata Lee dalam autobiografinya berjudul Tak Ada yang Mustahil yang diluncurkan tahun 1995. Semua pekerjaan harus kelar, tidak bisa ditunda. Karena itu, Lee pun dijuluki sebagai Si Buldoser.

Apakah Lee akan menghasilkan keajaiban baru bagi Korea Selatan (Korsel) setelah menang pemilu presiden pada hari Rabu (19/12)? Kita tunggu saja. Namun, ia sudah mencanangkan program "747". Ia akan mendongkrak pertumbuhan produksi domestik bruto (PDB) ke angka 7 persen per tahun, meningkatkan pendapatan per kapita dari 24.000 dollar AS sekarang ini menjadi 40.000 dollar AS, dan mengusahakan Korsel menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia. Ia pun mencanangkan pembangunan jalan bawah tanah dari Seoul-Busan.

Melihat kisah perjalanan hidup yang pahit namun berakhir bahagia, ditambah semangat berapi-api ala Korea, tak mustahil Lee mencatatkan keajaiban baru. Ia sudah mencatatkan sejarah baru, menjadi pebisnis pertama yang menjadi presiden.

Idola buruh

Lee punya banyak julukan. Ia dijuluki pahlawan buruh karena memberi inspirasi bagi banyak orang. Menjadi karyawan yang mengandalkan gaji bulanan juga kemudian bisa menjadi kaya raya. Ia memang bukan malaikat. Musuh politik menuduh Lee sebagai taipan koruptor.

Nyatanya warga Korsel memilihnya dengan suara 48,7 persen. Saingan terdekatnya, Chung Dong-young, hanya meraih suara 26,1 persen. Ia menyapu bersih suara di 13 dari 16 wilayah. Ini adalah selisih terbesar sepanjang sejarah pemilu presiden Korsel.

Rakyat pun bersukaria. "Saya sangat bahagia dan rasanya seperti berada kembali di era demokrasi setelah satu dekade Korsel berada di era liberal," kata Park Mi-won, seorang ibu rumah tangga, yang berusia 50-an.

Lee bukan orang asing di Korsel, khususnya Seoul. Ia menjawab Wali Kota Seoul periode 2002-2006. Sejumlah proyek membuat kota Seoul berkembang dan makin modern. Para pemirsa televisi Korsel juga akrab dengan Lee yang kisah hidupnya dijadikan sebagai sinetron, ia digambarkan sebagai pahlawan bisnis yang membangun Korsel dari kehancuran perang.

Makanan sisa

Semasa kecil, Lee hidup miskin. Ia lahir di Osaka, Jepang, 19 Desember 1941, dari ayah yang bekerja di pertanian. Ia anak kelima dari tujuh anak (empat putra dan tiga putri). Pada tahun 1945, setelah Korsel lepas dari penjajahan Jepang, keluarganya hijrah ke kota Pohang. Dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Semua penumpang selamat, tetapi barang-barang bawaan tenggelam. Sesampainya di Pohang, kini dijuluki sebagai kota baja, keluarga Lee harus berjuang.

Pernah, di masa kecil, Lee terpaksa berkeliling menjajakan kue dan es. Ini tidak cukup. Keluarga Lee terpaksa makan ampas dari perusahaan pengolahan biji-bijian yang diproses untuk membuat minuman alkohol.

Bahan alkohol di makanan ampas itu membuat wajah Lee sering memerah. Pernah, gurunya menyangka ia adalah anak nakal yang candu alkohol. "Kemiskinan melilit keluarga kami hingga saya berusia 20 tahun," kata Lee.

Lee terancam tak bisa sekolah. Ia meyakinkan ayahnya bisa meraih beasiswa. Lee memang selalu juara satu di SMA di Pohang. Di kota ini dua saudaranya tewas akibat pengeboman tentara AS selama perang Korea.

Kepahitan hidup di Pohang membuat keluarga Lee berangkat ke Seoul pada tahun 1959. Keadaan tidak kunjung berubah pula. Ibunya menjual sayur di kaki lima. Lee jadi kuli bangunan.

Namun, otak yang encer membuat Lee bisa masuk Universitas Korea. Biaya kuliah ia dapat dari pekerjaan menyapu jalanan. Di universitas ia berusaha meraih beasiswa. Minatnya pada politik sudah terlihat ketika terpilih sebagai ketua dewan mahasiswa. Keterlibatan Lee dalam demonstrasi antipemerintahan Park Chung-hee membuatnya sempat dipenjara pada tahun 1964.

Ini menjadi masalah baginya ketika melamar ke Rekayasa dan dan Konstruksi Hyundai (Hyundai Engineering and Construction). Ia pun menyurati Park Chung-hee, yang membuat Hyundai menerima Lee.

Ia mulai meraih kepercayaan bos Hyundai ketika bisa mengatasi para bandit di proyek konstruksi Hyundai di Malaysia. Ia kemudian turut mengotaki pembangunan jalan dan gedung pencakar langit di Korsel.

Bapak dari empat anak ini memiliki sikap percaya diri. Sebagian menuduhnya arogan. Ia pun sering dituduh melakukan bisnis ilegal.

Lee menarik perhatian Chung Ju-yung, pendiri Hyundai. Ia memiliki karier yang terus melejit. Ia meraih untung dari proyek konstruksi, juga karena berhasil melobi Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Lee Kuan Yeuw (Singapura), Jiang Zemin (China), dan Mikhail Gorbachev.

Setelah berada di Hyundai selama 27 tahun, ia menjadi anggota parlemen pada 1992. Namun, pada tahun 1998 ia mundur karena melanggar pendanaan kampanye pemilu. Ia pergi ke AS untuk kembali lagi pada tahun 1999. Ia kemudian terlibat bisnis saham yang spekulatif, di mana ia sedang terjerat kasus manipulasi. Ia akan resmi menjabat pada 25 Februari. Presiden Roh Mo-hyun sedang menggelar rencana pengusutan. "Saya akan mundur jika terbukti bersalah," kata Lee.

"Apa pun itu, rakyat telah memiliki ekonomi ketimbang moral," demikian harian bisnis Maeil menuliskan, Kamis (20/12).

Ia memang di saat yang tepat, ketika orang mendambakan perekonomian ketimbang ideologi. Korsel bosan dengan moral yang tak kunjung membuat perekonomian berhasil membawa Korsel lebih maju.

"Semua politisi adalah maling," kata Chung Jun-muk (64), pensiunan pekerja konstruksi, pendukung Lee sebagaimana dikutip The New York Times, Kamis (20/12). "Setidaknya Lee cerdas. Bisa saja ia maling, tetapi ia sukses di bisnis dan politik."

(REUTERS/AP/AFP/MON)

Sunday, November 04, 2007

Server2003 STD & Oracle 9i

waduh, akhirnya kelar juga, install Oracle9i di Server2003.
sejak 2 jumat - sabtu, minggu selesai (4 nov 2007).
Ternyata sering error karena HD server badsector. Capek deh.
selanjutnya install PB6.5

cara restore database oracle ke yang baru sbb:

Friday, September 21, 2007

Internetku RTO terus

entah kenapa Internetku RTO terus, sudah 1 minggu. Sudah ganti AP nya, Cable nya masih tetap aja. Orang ISP nya akan cek dan pindahin antena dari depan ke belakang. Katanya kurang tinggi Antena-ku. kok bisa ? Padahal tak ada perubahan alat atau setting dari tempatku.
channel3: 20 ~ 30% ok bisa, tapi
east channel: 50 ~ 60% RTO terus.

Monday, September 03, 2007

ubuntu 7.04

cari cari cd nya belum dapet. Akirnya kirim email ke http://www.ubuntu.com/ minta CD. eh 2 bulan kemudian datang DVD nya. Versi Server Ubuntu. 8.40. Lumayan

Saturday, August 25, 2007

Mandrake 9.2

akhirnya hari kamis, 23/08/2007, kelar install Mandrake 9.2 di PC jelekku yg rakitan. P4 generasi pertama. Dulu kok error terus kenapa ya ? padahal dapat CDnya 3 tahun yang lalu. Lebih mudah pakainya dibanding si topi merah. USB flash disk langsung kedeteck.

Wednesday, August 22, 2007

USB flashdisk di REDHAT 9

sejak liburan panjang 16 s/d 21 agust 2007, cari cara detect flash disk di REDHAT 9 baru bisa setlah diberi tahu M.Ika [muhammad.ika@sanyo-sei.co.id], begini katanya:

gunakan perintah dmesg di konsole. begini keluaran di redhat 9 ku
setelah usb flash dicolokin:

[mika@PC227 mika]$dmesg
--- cuted---
hub.c: new USB device 00:07.2-1.4, assigned address 6
WARNING: USB Mass Storage data integrity not assured
USB Mass Storage device found at 6
SCSI device sda: 1003520 512-byte hdwr sectors (514 MB)
sda: Write Protect is off
sda: sda1
[mika@PC227 mika]$

nah berarti usb flash udah ke detect. skr tinggal mount:
[mika@PC227 mika]$ su
Password:
[root@PC227 mika]# mount /dev/sda1 /mnt/

thanks ya.
sudah OK sekarang